“Stop Pembajakan dan beli Kaset & cd original” itulah yang selalu di ucapkan oleh musisi2 yang ingin penjalan album meraka laris. Bullshit!! Padahal mereka tidak sadar darimana kalangan menengah ke bawah bisa medengarkan lagu meraka kalo bukan dari lapak bajakan. Dengan harga ang terjangkau mereka dapat mendengar lagu2 kalian yang belum tentu berkualitas. Kita lihat Kangen Band yang besar dari industri bajakan dan disaat mereka sukses mereka malah menginginkan stop pembajakan. Dasar Band Tidak Tahu Malu!!. Kita lihat band-band baru yag bermunculan sekarang, darimana seorang anak kecil bisa mendengarkan dan menyanyikan lagu2 D’masiv, Matta, Angkasa, Wali, Pilot, dll kalo bukan dari 1 album kompilasi bajakan yang memuat semua lagu mereka. Maukah label2 yang ada di Indonesia mengkompilasi semua lagu2 baru dalam 1 kaset atau CD dengan harga 5 Ribu ? jawabannya TIDAK. Tapi industri bajakan mampu mejawab pertayaan itu. Dengan harga 5 ribu dari anak2 sampai manula bisa mendengarkan bahkan menyanyikan lagu2 meraka. Kaia hitung sendiri setiap artis punya 1 single top yg sering di putar di radio. 1 CD komplasi berharga 5 ribu dan berisi 18 lagu. 1 album cd original berharga sekitar 35 ribu. Kita kalikan dengan 18 = 630 rb. Pilih mana membeli dengan harga 5 ribu atau 630 ribu?? Dan kita lihat apakah kalangan menangah kebawah mau menyediakan uang sebanyak itu hanya untuk mendengarkan lagu2 meraka?? Kalian sudah tau jawabannya. Sekarang kita liat dunia luar. Industri music sekarang telah berevolusi. Di mulai dengan group Radiohead yang setiap orang mendownload album mereka In Rainbow di intenet dengnharga sesukanya dan bahkan gratis!. Disini kita bisa lihat kepedulian seorag fans kepada group music kesayangan meraka. Setelah Radiohead kita lihat band selanjutnya The Offspring yang mengijinkan mendownload 1 single mereka di internet, dan yang terakhir Coldplay, dari album terbaru mereka setap orang bisa mendonlot singe Violet Hill secara gratis. Walau terlihat pelit di banding radiohead tapi ini adalah awal dari revolusi Industi Musik,. Mereka sudah melakuknnya dan siapa lagi yang menyusul??
Kembal ke tanah air. Akankah pemerintah benar2 menghapus industri bajakan?? Lihat sampai sekarang, masih banyak lapak bajakan berdiri tegak dengar alunan music bervolume keras mendendangkan lagu2 yang lagi hits. Lihatlah imbasnya apabila seluruh lapak bajakan di tutup, akan lebih banyak lagi pengangguran, dan banyak band yang lagunya tidak dapat di dengar oleh pencinta musik di kalangan menengah ke bawah yang domisilinya tidak terjangkau sinyal radio. Tapi ini hanya sebuah pemikiran dan jawaban sebenarnya ada pada diri kita, musisi dan pemerintah. Apakah berterima kasih pada industry bajakan atau menyingkirkannya.
No comments:
Post a Comment