10 Januari 2010, satu hari sebelum judul lagunya gigi.. pa Sugeng bangun lebih pagi dari hari-hari sebelumnya.. dengan berbusana kaos pemebrian kantor dan juga sepatu ket milik anaknya, pa sugeng sudah tiba di kantor jam set 6 pagi. Ada apa??. Pada hari itu di adakan acara jalan santai yang di adakan oleh salah satu surat kabar yang lagi berulang tahun. dengan harapan bisa mendapat motor (penghalaman 2 tahun sebelumnya pa sugeng mendapat Kulkas, tapi yang ngambil tetangganya karena pa sugeng hanya di titipin kupon dan hanya mendapat uang rokok 20 ribu)pa sugeng berangkat dari kantor bersama teman2 menuju ke lokasi jam 6 kurang dengan terburu-buru karena acara dimulai jam 6 pagi tetapi nyatanya acara baru di mulai jam 7 pagi (indonesia banget). setelah berkeliling beberapa puluh menit kini tiba saatnya untuk menanti-nanti door price.. dengan hadiah utama 3 unit sepeda motor pa sugeng berharap bisa mengganti motor tuanya dengan motor baru baik yang matik atu yg masih pake gigi. jantung seakan terhenti mendengar nomor2 yang di bajakan oleh MC. pada saat pengumuman hadiah handphone, alangkah terkejutnya pa sugeng mendengar nomor door pricenya di bacakan oleh MC (yang saat itu di jabat oleh Rony Kesuma dan Putri, MC yg sudah tersohor ke seluruh pelosok tarakan bahkan ke daerah tetangga). ekpresi pa sugeng sangat bahagia tapi beda halnya dengan rekannya sandi yang mengerutkan dahi karena eh karena nomornya hanya beda satu anggka dengan pa sugeng. tetapi sandi sedikit terhibur dengan penampilan fika fiki KDI yang turut memeriahkan acara tersebut. Pa sugeng hendak bergegas ke panggung untuk mengambil hadiah door price berupa handphone. tetapi MC mengatakan hadiah di ambil di kantor surat kabar tersebut keesokan harinya. pa sugeng pulang dengan wajah sumringah karena esok hari akan mendapat hape baru. Tidur pun semakin tak karuan menanti kehadiran handphone baru. sore hari pa sugeng pergi ke kantor surat kabar tersebut bersama rekannya untuk mengambil hadiah door price. wajah sugeng berubah drastis dari yang hitam ke.... (bayangin ndiri deh)karena nomornya tidak tercantum dalam list pemenang hadiah handphone. perdebatan pun terjadi tapi ga sampe adu jotos dan pa sugeng di katakan salah dengar. Pa sugeng hanya terdiam dan tertunduk lesu. pa sugeng hanya berkata "Kalo Saya salah dengar berarti 1 kantor juga salah dengar??" kalo begitu keadaannya 1 kantor pegawai Jamsostek cabang tarakan beserta istri mereka mesti tes pendengaran lagi untuk memastikan pendengaran mereka berfungsi dengan baik. tidak tahu apakah ada kecurangan atau tidak kami lebih baik mengalah dan pulang kembali ke kantor daripada meributkan hadiah handphone cdma ga tau mereknya dengan harga 100 ribuan. pa sugeng akhirnya tersenyum kembali setelah kami mengingatkan bahwa rejeki itu ada di tangan tuhan dan jangan terlahu berharap dari undian. pa sugeng lebih ternyenyum lagi ketika di ingatkan kalau setelah pulang jalan santai pa sugeng makan bareng sama fika & fiki KDI di salah satu warung coto makassar walaupun ga 1 meja.
Thursday, January 14, 2010
Pa Sugeng Ga Jadi Dapet Handphone
10 Januari 2010, satu hari sebelum judul lagunya gigi.. pa Sugeng bangun lebih pagi dari hari-hari sebelumnya.. dengan berbusana kaos pemebrian kantor dan juga sepatu ket milik anaknya, pa sugeng sudah tiba di kantor jam set 6 pagi. Ada apa??. Pada hari itu di adakan acara jalan santai yang di adakan oleh salah satu surat kabar yang lagi berulang tahun. dengan harapan bisa mendapat motor (penghalaman 2 tahun sebelumnya pa sugeng mendapat Kulkas, tapi yang ngambil tetangganya karena pa sugeng hanya di titipin kupon dan hanya mendapat uang rokok 20 ribu)pa sugeng berangkat dari kantor bersama teman2 menuju ke lokasi jam 6 kurang dengan terburu-buru karena acara dimulai jam 6 pagi tetapi nyatanya acara baru di mulai jam 7 pagi (indonesia banget). setelah berkeliling beberapa puluh menit kini tiba saatnya untuk menanti-nanti door price.. dengan hadiah utama 3 unit sepeda motor pa sugeng berharap bisa mengganti motor tuanya dengan motor baru baik yang matik atu yg masih pake gigi. jantung seakan terhenti mendengar nomor2 yang di bajakan oleh MC. pada saat pengumuman hadiah handphone, alangkah terkejutnya pa sugeng mendengar nomor door pricenya di bacakan oleh MC (yang saat itu di jabat oleh Rony Kesuma dan Putri, MC yg sudah tersohor ke seluruh pelosok tarakan bahkan ke daerah tetangga). ekpresi pa sugeng sangat bahagia tapi beda halnya dengan rekannya sandi yang mengerutkan dahi karena eh karena nomornya hanya beda satu anggka dengan pa sugeng. tetapi sandi sedikit terhibur dengan penampilan fika fiki KDI yang turut memeriahkan acara tersebut. Pa sugeng hendak bergegas ke panggung untuk mengambil hadiah door price berupa handphone. tetapi MC mengatakan hadiah di ambil di kantor surat kabar tersebut keesokan harinya. pa sugeng pulang dengan wajah sumringah karena esok hari akan mendapat hape baru. Tidur pun semakin tak karuan menanti kehadiran handphone baru. sore hari pa sugeng pergi ke kantor surat kabar tersebut bersama rekannya untuk mengambil hadiah door price. wajah sugeng berubah drastis dari yang hitam ke.... (bayangin ndiri deh)karena nomornya tidak tercantum dalam list pemenang hadiah handphone. perdebatan pun terjadi tapi ga sampe adu jotos dan pa sugeng di katakan salah dengar. Pa sugeng hanya terdiam dan tertunduk lesu. pa sugeng hanya berkata "Kalo Saya salah dengar berarti 1 kantor juga salah dengar??" kalo begitu keadaannya 1 kantor pegawai Jamsostek cabang tarakan beserta istri mereka mesti tes pendengaran lagi untuk memastikan pendengaran mereka berfungsi dengan baik. tidak tahu apakah ada kecurangan atau tidak kami lebih baik mengalah dan pulang kembali ke kantor daripada meributkan hadiah handphone cdma ga tau mereknya dengan harga 100 ribuan. pa sugeng akhirnya tersenyum kembali setelah kami mengingatkan bahwa rejeki itu ada di tangan tuhan dan jangan terlahu berharap dari undian. pa sugeng lebih ternyenyum lagi ketika di ingatkan kalau setelah pulang jalan santai pa sugeng makan bareng sama fika & fiki KDI di salah satu warung coto makassar walaupun ga 1 meja.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment