Saturday, January 23, 2010

The Turtle R.I.P



Masih ingat sama band ini.. kalian boleh lupa tapi saya tidak.. band ini telah membawa banyak pengalaman yang tak akan terlupakan. band ini telah membentuk banyak karakter yang unik bagi personelnya. sempat di tinggal personelnya didit yang telah berkeluarga tapi band ini kembali hidup setelah didit kembali gabung. Tapi itu hanya sesaat setelah didit di mutasi ke kota asalnya pontianak, kembali the turtle tinggal 3 personel yaitu Justim, Jackzz & Iggie. lagi2 the turtle vakum karena kesibukan masing2 personel. Jackzz memutuskan kembali ke bangku kuliahan (demi karier dalam pekerjaan), justim memutuskan menjadi dosen kalkulus (buat tambah2 income) dan iggie menjadi presenter berita (sama buat tambah income dan biar jadi terkenal) di satu2nya station TV lokal. langkah itu juga di jalani jackzz sembari mengisi waktu luang di akhir pekan. menjadi pembawa acara gosip (kerjanya ngomongin orang tiap sabtu pagi) dan dialog psikologi (jadi tempat curhat di malam minggu) di station tv yg sama. kesibukan itu otomatis membuat mereka lupa akan the turtle. mereka lebih di kenal sebagai presenter dibanding persone band the turtle. Terlebih di awal tahun 2009 justim memutuskan balik ke kampung halamannya(ga tahan dengan godaan para mahasiswinya di kampus dan mencoba merebut kembali hati pujaan hatinya yang telah memutuskan dia walaupun gagal). tinggal 2 orang tidak membuat Jackzz & Iggie kehilangan semangat, tidak mau di sebut duo (derby, ratu, pasto, the virgin, dll) merekapun mencoba tetap eksis seperti the ting tings sembari mencari pengganti personil yg telah tiada (maksudnya yg keluar). tetapi hal itu belum menghasilkan apa2 hingga saat ini, iggie mencoba membentuk band baru bersama rekan kerjanya dan mulai eksis latihan di studio, sedang jackzz lebih seneng meramu musik sendiri dengan mengumpulkan sound2 dan instrumen2 lewat salah satu software dalam laptop kesayangannya (mau jadi penyanyi rap aja). the turtle kembali tak jelas arah tapi tidak ada kata putus eh bubar (emang pacaran) dari personelnya. dari perjalanan the turtle sampai saat ini, the turtle telah berhasil melahirkan sebuah ikatan persaudaraan yang kuat. dan itu menjadi hal yang sangat berharga di banding melahirkan sebuah lagu yang berirama agak melayu tapi anehnya disukai dan tenar melalui cd bajakan. Kapanpun dan dimanapun setiap personelnya berada, mereka akan selalu teringat akan band ini "The Turtle" band yang tak pernah di dengar oleh publik, band yang tak pernah punya album. The Turtle is Not Band, But The Turtle is Brotherhood. Rhyme In Peace the turtle...

Thursday, January 14, 2010

Pa Sugeng Ga Jadi Dapet Handphone



10 Januari 2010, satu hari sebelum judul lagunya gigi.. pa Sugeng bangun lebih pagi dari hari-hari sebelumnya.. dengan berbusana kaos pemebrian kantor dan juga sepatu ket milik anaknya, pa sugeng sudah tiba di kantor jam set 6 pagi. Ada apa??. Pada hari itu di adakan acara jalan santai yang di adakan oleh salah satu surat kabar yang lagi berulang tahun. dengan harapan bisa mendapat motor (penghalaman 2 tahun sebelumnya pa sugeng mendapat Kulkas, tapi yang ngambil tetangganya karena pa sugeng hanya di titipin kupon dan hanya mendapat uang rokok 20 ribu)pa sugeng berangkat dari kantor bersama teman2 menuju ke lokasi jam 6 kurang dengan terburu-buru karena acara dimulai jam 6 pagi tetapi nyatanya acara baru di mulai jam 7 pagi (indonesia banget). setelah berkeliling beberapa puluh menit kini tiba saatnya untuk menanti-nanti door price.. dengan hadiah utama 3 unit sepeda motor pa sugeng berharap bisa mengganti motor tuanya dengan motor baru baik yang matik atu yg masih pake gigi. jantung seakan terhenti mendengar nomor2 yang di bajakan oleh MC. pada saat pengumuman hadiah handphone, alangkah terkejutnya pa sugeng mendengar nomor door pricenya di bacakan oleh MC (yang saat itu di jabat oleh Rony Kesuma dan Putri, MC yg sudah tersohor ke seluruh pelosok tarakan bahkan ke daerah tetangga). ekpresi pa sugeng sangat bahagia tapi beda halnya dengan rekannya sandi yang mengerutkan dahi karena eh karena nomornya hanya beda satu anggka dengan pa sugeng. tetapi sandi sedikit terhibur dengan penampilan fika fiki KDI yang turut memeriahkan acara tersebut. Pa sugeng hendak bergegas ke panggung untuk mengambil hadiah door price berupa handphone. tetapi MC mengatakan hadiah di ambil di kantor surat kabar tersebut keesokan harinya. pa sugeng pulang dengan wajah sumringah karena esok hari akan mendapat hape baru. Tidur pun semakin tak karuan menanti kehadiran handphone baru. sore hari pa sugeng pergi ke kantor surat kabar tersebut bersama rekannya untuk mengambil hadiah door price. wajah sugeng berubah drastis dari yang hitam ke.... (bayangin ndiri deh)karena nomornya tidak tercantum dalam list pemenang hadiah handphone. perdebatan pun terjadi tapi ga sampe adu jotos dan pa sugeng di katakan salah dengar. Pa sugeng hanya terdiam dan tertunduk lesu. pa sugeng hanya berkata "Kalo Saya salah dengar berarti 1 kantor juga salah dengar??" kalo begitu keadaannya 1 kantor pegawai Jamsostek cabang tarakan beserta istri mereka mesti tes pendengaran lagi untuk memastikan pendengaran mereka berfungsi dengan baik. tidak tahu apakah ada kecurangan atau tidak kami lebih baik mengalah dan pulang kembali ke kantor daripada meributkan hadiah handphone cdma ga tau mereknya dengan harga 100 ribuan. pa sugeng akhirnya tersenyum kembali setelah kami mengingatkan bahwa rejeki itu ada di tangan tuhan dan jangan terlahu berharap dari undian. pa sugeng lebih ternyenyum lagi ketika di ingatkan kalau setelah pulang jalan santai pa sugeng makan bareng sama fika & fiki KDI di salah satu warung coto makassar walaupun ga 1 meja.