
Masih ingat sama band ini.. kalian boleh lupa tapi saya tidak.. band ini telah membawa banyak pengalaman yang tak akan terlupakan. band ini telah membentuk banyak karakter yang unik bagi personelnya. sempat di tinggal personelnya didit yang telah berkeluarga tapi band ini kembali hidup setelah didit kembali gabung. Tapi itu hanya sesaat setelah didit di mutasi ke kota asalnya pontianak, kembali the turtle tinggal 3 personel yaitu Justim, Jackzz & Iggie. lagi2 the turtle vakum karena kesibukan masing2 personel. Jackzz memutuskan kembali ke bangku kuliahan (demi karier dalam pekerjaan), justim memutuskan menjadi dosen kalkulus (buat tambah2 income) dan iggie menjadi presenter berita (sama buat tambah income dan biar jadi terkenal) di satu2nya station TV lokal. langkah itu juga di jalani jackzz sembari mengisi waktu luang di akhir pekan. menjadi pembawa acara gosip (kerjanya ngomongin orang tiap sabtu pagi) dan dialog psikologi (jadi tempat curhat di malam minggu) di station tv yg sama. kesibukan itu otomatis membuat mereka lupa akan the turtle. mereka lebih di kenal sebagai presenter dibanding persone band the turtle. Terlebih di awal tahun 2009 justim memutuskan balik ke kampung halamannya(ga tahan dengan godaan para mahasiswinya di kampus dan mencoba merebut kembali hati pujaan hatinya yang telah memutuskan dia walaupun gagal). tinggal 2 orang tidak membuat Jackzz & Iggie kehilangan semangat, tidak mau di sebut duo (derby, ratu, pasto, the virgin, dll) merekapun mencoba tetap eksis seperti the ting tings sembari mencari pengganti personil yg telah tiada (maksudnya yg keluar). tetapi hal itu belum menghasilkan apa2 hingga saat ini, iggie mencoba membentuk band baru bersama rekan kerjanya dan mulai eksis latihan di studio, sedang jackzz lebih seneng meramu musik sendiri dengan mengumpulkan sound2 dan instrumen2 lewat salah satu software dalam laptop kesayangannya (mau jadi penyanyi rap aja). the turtle kembali tak jelas arah tapi tidak ada kata putus eh bubar (emang pacaran) dari personelnya. dari perjalanan the turtle sampai saat ini, the turtle telah berhasil melahirkan sebuah ikatan persaudaraan yang kuat. dan itu menjadi hal yang sangat berharga di banding melahirkan sebuah lagu yang berirama agak melayu tapi anehnya disukai dan tenar melalui cd bajakan. Kapanpun dan dimanapun setiap personelnya berada, mereka akan selalu teringat akan band ini "The Turtle" band yang tak pernah di dengar oleh publik, band yang tak pernah punya album. The Turtle is Not Band, But The Turtle is Brotherhood. Rhyme In Peace the turtle...