Entah kebayang apa gak di pikiran kita, dunia yang luas ini sekarang sudah menyempit bahkan seukuran genggaman tangan. Kok bisa gitu ya?? Dulu kita tidak pernah membayangkan kota Barcelona, Madrid, Milan, London, dll.. seperti apa, yang saya tau hanya ada klub bola di sana tapi tidak tahu di mana tempat makan yang enak, tempat wisata yang indah dan di mana cewek-cewek cakep pada ngumpul.. (ini yang saya suka.. hehehe). Tapi sekarang semua hal itu menjadi mungkin dan sangat mudah dengan menggunakan fasilitas yang bernama ‘internet’. Binatang apa internet itu??. Internet bukan binatang berbisa atau pun binatang buat tapi teknologi ini bisa menjadi buas menyantap para pengunanya hahahaa.. Internet di temukan sekitar 40 tahun yang lalu oleh seorang enginer bernama Leonard Kleinrock pada tanggal 29 Oktober 1969. Awalnya sih om Leo iseng melakukan peneltian bagaimana caranya menghubungkan beberapa buah komputer agar Sali terkoneksi. Awalnya ga ada yang yakin beliau tidak akan berhasil dan salah satu perusahaan besar di amerika mengatakan itu adalah mission imposible. Tapi lihatlah sekarang ini, internet sudah menjadi sebuah kebutuhan dapat di akses melalui berbagai macam media seperti hape dan bahkan bisa di akses melalui mp3 player yang saya miliki bernama ipod touch yang saya beli di bhinneka.com.
Kalau ngomongin perkembangan teknologi sekarang pasti ga akan pernah habisnya tapi coba kita liat perkembangan di jaman dulu, ya ga usah terlalu jadul lah mungkin ke tahun 90 an. Setelah lulus SD tentunya kita akan terus masuk ke SLTP lalu SLTA trus kuliah. Nah saya gak cerita tentang tempat saya sekolah tapi fasilitas yang saya dapat di jaman itu. Di SLTP saya mendapat pelajaran komputer dan di saat itulah pertama kali saya melihatnya. Kesan pertama melihatnya wow.. cakep nih barang ada box besar ada kotak kecil berisi huruf-huruf dan ada benda seperti tv. Tetapi pada saat pertama mengidupkannya hanya layar bergambar hitam dan tulisan berwana putih. Mau ngapain ya?? Jadi bingung, tetapi setelah guru saya datang membawa sebuah benda seukuran buku tapi tipis saya baru mengerti. Benda itulah yang membuat komputer itu berjalan. Yup namanya disket yang kala itu masih berukuran besar. Disket Dos untuk memulai dan disket Wordstar dan Lotus untuk mengerjakan sesuatu. Sepulangnya dari dari sekolah saya bercerita ke ayah saya tentang pengalaman yang saya alami. Ayah saya yang seorang wartawan waktu itu sedang mengetik berita dengan mesin tiknya setia mendengarkan cerita saya yang mengebu-gebu. Saya bilang ke ayah saya kalau mengerjakan dengan komputer lebih gampang.
Setelah saya masuk SLTA dan pada saat itu saya pulang sekolah saya melihan tumpukan kardus yang besar berserakan, kemudian saya lihat di meja kerja ayah saya.. Wow ternyata ayah saya membeli sebuah komputer dan saya sangat senang. Tapi ketika saya menghidupkannya, tiba-tiba… kok beda ya dengan yang di sekolah saya waktu SLTP??pada saat loading muncul gambar seperti bendera yang sedang terbang.. apa itu?? Ternyata itu sistem operasi yang di kembangkan oleh om bill gates dan kawan-kawan yang bernawa Window. Kala itu Window 95 yang popular. Lagu berkembang ke Win 97, 2000, Me, NT,XP ,Vista, Win 7, dan apa lagi lah kedepannya terserah Om bill Gates aja. Kala itu mengetik pun semakin mudah dengan Ms Word yang dulu pakenya wordstar dan Excel yang dulu Lotus 123.
Setelah penggunaan komputer semakin popular, lalu perusahan telekomunikasi terbesar di Indonesia yang bernama Telkom membuka layanan yang namanya internet. Aku bertanya lagi dalam hati hewan apa lagi nih internet??. Tapi setelah saya baca-baca di buku bahwa dengan internet kita bisa melihat isi dunia ini dan bisa saling terhubung satu sama lain. Caranya sangat gampang hanya menggunakan kabel telepon lalu di sambungkan ke modem, masukkan user name dan password algu tunggu sambil mendengan suara modem seperti sirine tapi tidak beraturan dengan suara yang lumayan kencang.
Pertama menggunakan internet memang mengasikkan tapi jika kelamaan dan keenakan bisa menyesatkan.. hehehe.. liat aja tagihan internet ayah saya di bulan kedua sudah mencapai 400 ribu yang kala itu menggunakan fasiltas telkomnet instan dengan tarip Rp. 150/menit. Ayah saya pun merasa sangat senang bisa menggunakan fasilitas internet ini. Yang dulu ayah saya jika mengetik berita dengan mesin tik yang apabila salah ketik harus di tipe X lalu di ketik ulang, sekarang tinggal ketik di komputer, di edit lalu di print dengan printer dot matrix yang suaranya bisa membangunkan anak tetangga. mengirim berita yang telah di ketik pun semakin mudah, yang dulu saya mesti membawa berkas ayah saya ke wartel yang punya mesin fax sekarang bisa langsung dari rumah dengan fasilitas yang namanya email. Kala itu yang popular adalah yahoo, lalu muncul tiruannya anamanya astaga.com, dan masih banyak lagi hingga sekarang. Jika ayah saya kekurangan referensi untuk beritanya biasanya langsung search di situs paman google, mbah google, atau apapun sebutan orang-orang tentang situs pencarian ini. Selain browsing internet ternyata bisa juga di pakai buat chating. Kala itu masih menggunakan aplikasi mirc (jadi ingat waktu chatting sama salah satu pacarku dulu.. hahahaha). Aplikasi inilah yang membuat tagihan Internet ayahku menjadi 700 ribu di bulan ke 4 pemaikain internet. Perkembangan aplikasi chat pun semakin berkembang sampai muncul yahoo mesanger, dll. Setelah bosan dengan aplikasi seperti itu yang di anggap ketinggalan jaman lalu muncul lah serangan berbagai macam web yang di namakan ‘jejaring sosial’. Di mulai dengan friensdter, muncul lagi kombes, youtube, twitter, plurk, yahoo koprol, dan yang paling menghebohkan dunia yaitu Facebook. Karena tagihan semakin membengkak maka saya beralih ke Warung Internet (warnet) yang kala itu tarifnya mencapai Rp. 7.500/jam. Dalam ruangan yang bersekat-sekat penggunanya bebas mengakses apa aja melalu internet. Ada yang sekedar buka email, baca berita dan bahkan mendonlot gambar-gambar wanita yang tak mampu membeli busana alias bugil (yang ini jelas bukan hobi saya).
Tidak sampai di situ saja internet mampu membius kita semua, semua aspek pun sudah di masuki oleh internet, salah satunya transaksi jual beli. Secara perlahan-lahan tapi pasti orang-orang mulai meninggalkan belanja dengan cara konvensional ke arah belanja online. Lihat saja sekarang berapa ribu bahkan jutaan web, blog dan akun facebook yang menjual segala kebutuhan kita sehari-hari. Saya pun sudah mulai ketagihan yang namanya belanja online hingga membuat saldo di tabungan saya mencapai saldo minimum hahaha, gimana tidak?? Lihat saja ketika saya hendak membeli ipod, di kota tempat saya dulu tinggal Balikpapan apalagi tempat saya sekarang tinggal kota Tarakan tidak ada yang jual jadi tinggal buka bhinneka.com sudah tersedia berbagai jenis ipod walaupun dengan harga yang agak tinggi dari asli dari apple (maaf ya bhinneka sekedar kritikan.. heheheh) tapi itu bisa di tawar kok dan sesuai lah di banding saya harus mengeluarkan ongkos tiket pesawat ke Jakarta. Bukan hanya di bhinneka yang menyediakan fasilitas ini masih bayak yang dapat menyediakan tetapi kita mesti cermat memilih dan memilah website belanja online karena bayak yang memanfaatkan fasilitas ini untuk tindak kejahatan baik penipuan maupun pencurian dll. Jadi pilihlah benar-benar website belanja online yang terbukti aman, terpercaya dan cepat dalam proses pengiriman. Dan Bhinneka membuktikan itu dengan selogan Faces of Indonesia yang mencerminkan kepribadian warga kita yang ramah dan baik.
Internet tidak hanya bisa di akses melalu komputer saja tetapi sekarang udah bisa di akses melalui hape yang seukuran 3 jari tangan saya. Nah kebayangkan sekarang kenapa dunia kita semakin menyempit??. Dengan aplikasi google map, garmin mobile dan masih bayak lagi, kita dapat mengetahi keberadaan kita dan orang-orang yang hendak kita cari. Bahkan dengan ipod yang saya miliki dengan fasilitas wifi sudah bisa konek ke internet dan nikmatilah dunia di dalam genggaman anda. Hal itulah yang membuat internet sekarang sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang selain sandang, pangan, papan, hahaha berlebihan ya?? buat saya tidak. Justru itu sudah menjadi gaya hidup setiap orang. Contoh saja perkembangan komputer mulai dari yang sebesar kamar, lalu menjadi sebesar lemari, sebesar TV dan sekarang hanya menjadi sebesar buku. Itu semua di buat untuk memenuhi ‘need’ atau kebutuhan orang dalam membantu pekerjaan sehari-hari. coba lihat lah di coffea shop - coffea shop, banyak orang nonggrong dengan memamerkan gadjed miliknya mulai dari di taruh di atas meja sampai ada yang dipangku. Apa inikah namanya gaya hidup?? Atau hidup gaya??. Tapi apa artinya gadjet-gadjet mereka tersebut apabila tidak bisa konek ke internet?? Paling Cuma untuk pamer foto, lagu (kalau ini saya sukka), dan bahkan ada yang membeli hanya untuk menonton film dewasa (ini bukan saya banget.. hahahah). Internet pun semakin berkembang mulai dari koneksi menggunakan modem bersuara kencang hingga menggunakan jaringan tanpa kabel wifi, dari koneksi 2g, 3g, 3 ½ g dan sekarang sudah 4g.
Nah kalau kita ngomongin internet dan perkembangan teknologi gak bakal habis-habisnya. kita tunggu saja nanti akan sesempit apa lagi dunia kita ini di buatnya??. Mudah-mudahan perkembahan itu membawa perubahan ke arah yang positif terhadap dunia kita ini dan bukan menghancurkannya.
No comments:
Post a Comment